Sabtu, 13 Juni 2015

Jangan Tolak Mabukku



Jangan tolak mabukku, ya Kekasih, sebab telah kubayar lebih mahal daroi diriku sendiri

Bering anak panah yang menancapi tubuhku tidaklah mengakibatkan apa-apa kecuali cinta medidih

Rindu direntang-rentang waktu, betapapun telah makin membuat tak berjarak sujud sembahyangku

Telah kenyanyikan segala nada yang mungkin disusun, di pagar lagu atau cakrawala di luarnya

Puisi-puisi anugerahmu mengalir justru disela baris dan kata yang kutuang kepada dunia

Sementara di kesunyian iradatmu yang berlapis-lapis selalu kunantikan sejatinya suara

Maka sungguh jangan tolak mabukku, ya inti Sukma, sementara maafkan pasrahku yang penuh rasa penasaran

Cintamu yang panas telah membuat tubuhku berkeringatkan rindu yang tak habis-habisnya menetes

Cintamu menyabet sukma, menerbangkanku jauh ke sebuah jagat asing yang tak kutahu namanya

Pagi yang ditinggalkan tak berangkat siang, siang yang kukenang tak lagi menjemput malam

Di maha indah negeri cintamu segala gagasan mengatasi rumusan, kandungan jiwa tak tertorehkan

Halaman buku ilmu alam dan makrifat menjadi putih kembali, karena segala rahasia telah tak tertabiri

Maka terimalah, terimalah mabukku, wahai Diri Sejati, tak kuperlukan apapun lagi selain engkau

Itu sebabnya maka kususuri jalanan yang tak dipilih orang, got-got kumuh sepi kehidupan





1986.
Emha Ainun Nadjib

Tidak ada komentar:

Posting Komentar